RSS

Mengenai Saya

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.

KANKER RAHIM (KANKER UTERUS=CARCINOMA UTERI)

A. Pertumbuhan sel kanker
Gen terdiri dari atas DNA sehingga apabila DNA rusak, control pembelahan sel terganggu. Kanker jaringan lunak bermula dari satu sel yang tidak normal. Satu sel yang tidak normal ini menghasilkan jutaan sel, malahan mungkin milyaran sel yang mirip dengan sel asal yang disebut klon. Sel hasil cloning ini, juga berfungsi tidak wajar, malah mengambil energy dari sel normal dan masih sehat untuk pertumbuhan dan pembelahannya sendiri.
Jutaan sel yang tidak normal tersebut, akan berkelompok dan membentuk tumor. Pengertian lebih luas, tumor adalah suatu pembengkakan. Kelompok sel-sel yang tidak normal ini bisa menimbulkan infeksi, peradangan, kanker atau jadi apa saja. Apabila tumor hanya berkembang secara local, meskipun besar, tidak mempunyai kemampuan menyebarke tempat llain yang jauh letaknya. Ini disebut tumor lunak, dan bukan kanker. Penyebaran tumor ke tempat berjauhan dari asalnya disebut anak sebar (metastase).

Pencegahan pertumbuhan sel kanker
Yang paling perlu dilakukan adalah mencegah kontak yang tidak perlu dengan zat-zat yang bersifat menimbulkan kanker (karsinogen), dan menghidari kontak dengan sinar X bila tidak perlu sekali. Apalagi pada penderita yang mempunyai riwayat kanker pada keluarga.
Beberapa ahli juga berpendapat untuk mencegah pertumbuhan kanker dengan mengkonsumsi diet dengan vitamin C yang cukup. Tetapi apabila vitamin C berlebihan juga bisa menimbulkan ascorbic academia (kadar vitamin C darah terlalu tinggi).
Kanker adalah suatu penyakit dimana sel tidak berfungsi wajar, membelah secara cepat membentuk suatu jaringan yang disebut tumor. Kanker rahim adalah suatu kanker didalam jaringan rahim yang merupakan suatu rongga kosong, berbentuk buah pear, dimana janin tumbuh dan berkembang selama masa kehamlian, mulai dari bentuk sel telur yang dibuahi benih jantan sampai bentuk janin hingga proses kelahiran bayi.



B. Keluhan dan gejala
• Perdarahan menstruasi tidak wajar.
• Perdarahan sedikit-sedikit setelah menopause.
• Rasa sakit pada bagian bawah perut atau rasa kramp pada rongga panggul.
• Keluar sedikit cairan putih melalui vagina pada perempuan sesudah menopause.
• Pada pemeriksaan rongga panggul ditemukan perubahan ukuran bentuk dan konsistensi rahim serta jaringan penyangga rahim sekitarnya, sebagai pertanda kanker rahim sudah pada stadium lanjut.
• Infeksi mudah terjadi, sehingga sering infeksi ini merupakan masalah kanker rahim.
• Pada stadium lanjut timbul gangguan buang air besar dan buang air keci, karena kanker sudah menyebar ke rectum dan kandung kencing.

C. Pengobatan
Pengobatan yang dilakukan adalah dengan melakukan operasi, antara lain:
• Pengangkatan rahim (histerektomi). Pengangkatan ini dilakukan berdasarkan pertimbangan bahwa kanker rahim menyebar ke ovarium dan saluran tuba falopii pada stadium awal kanker. Dengan pengangkatan ovarium, produksi hormone estrogen menjadi berhenti, sedangkan hormone estrogen berefek merangsang pertumbuhan sel kanker rahim.
• Operasi digabung dengan obat kimiawi (kemoterapi) terutama pada kanker rahim stadium 3 dan stadium 4

D. Pencegahan kanker rahim
• Jauhi rokok.
Nikotin mempermudah semua sel selaput lender seluruh tubuh bereaksi dan mudah terangsang baik tenggorokan, paru, maupun leher rahim.
• Kebiasaan membersihkan vagina dengan baik.
Pencucian vagina dengan zat-zat tertentu merangsang timbulnya kanker serviks. Sebaiknya pencucian vagina tidak memakai zat kimia, kecuali atas saran dokter.
• Menaburi vagina dengan talk karena gatal dan basah.
Pemakaian talk pada vagina perempuan usia subur, berisiko timbulnya kanker ovarium. Karena pada perempuan usia subur, terjadi luka di ovarium setiap peristiwa ovulasi. Talk bisa masuk kedalam luka tersebut dan beresiko timbul kanker.
• Berganti-ganti pasangan seksual.
• Perilaku seperti ini berisiko terjadi kanker serviks dan kanker rahim. Hal ini berkaitan dengan infeksi Human Papiloma Virus (HPV). Virus ini menyebabkan sel mukosa menjadi cepat membelah hingga melebihi kebutuhan dan lama-lama meningkatkan resiko terjdi kanker.
• Penggunaan estrogen
• Pil KB dengan kandungan progesterone tinggi mengurangi resiko terjadinya kanker rahim.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar