Asidosis adalah suatu keadan yang menjurus kepenimbunan H+ yang berlebihan yang di ikuti pH cairan tubuh cenderung untuk menurun dan apabila pH darah benar-benar menjadi kurang dari 7,35 keadaan di namai asidemia .
Asidosis terdiri dari :
1. Asidosis metabolik
2. Asidosis respiratorik
Asidosis metabolik
Suatu status asidosis metabolik terjadi apabila pencernaan ion hidrogen atau produksi endogen ion H melampaui kemampuan tubuh untuk membuangnya.Hal ini disertai anggapan bahwa mekanisme respirasi untuk ventilasi alveolus tidak terganggu. Pada keadaan ini terlihat suatu peningkatan absolut ion H dalam sirkulasi umum dimana ion H yang berlebih akan mudah bergabung dengan karbonat tersedia dalam reaksi H+ +HCO3- ,sehingga akan mengarah ke meningkatnya pembentukan CO2 dan H2O. Selain itu,pusat chemoreseptor akan menstimulasi respirasi dan peningkatan pembuangan CO2. Dengan demikian akan terlihat konsentrasi ion H berkurang,CO2 dan bikarbonat berkurang, sehingga akhirnya konsentrasi ion H kembali ke konsentrasi normal 40 nanomol/L. Respon respirasi ini berjalan cepat , dan pada saat konsentrasi ion H intra seluler meningkat , ginjal di stimulasi untuk mereabsorpsi lebih banyah bikarbonat dan mensekresi lebih banyak ion hidrogen, sehingga konsentrasi ion H tubuh kembali kenormal. Penyusutan CO2 harus sejajar dengan penyusutan HCO3, apabila menurunya tidak sejajar berarti ada suatu kesalahan ventilasi pulmo.
Jika pemulihan sempurna sehingga pH antara 7,35-7,45 maka kondisi tersebut di sebut asidosis metabolik yang di kompensasi sepenuhnya. Kalau meskipun ada mekanisme kompensasi namun pH nya tetap saja kurang dari 7,35 maka kondisi ini di sebut asidosis metabolik yang di kompensasi sebagian.
Asidosis metabolik biasanya disebabkan oleh salah satu atau lebih dari proses-proses berikut ini :
1. Produksi asam organik yang melebilhi kecepatan pembuangan , misalnya produksi asam aseto asetat dan asam beta hidroksibutirat pada asidosis diabetika dan asam laktat pada asidosis asam laktat.Asidosis dapat di sertai dengan hilangnya kation-kation yang di ekskresi bersama-sama dengan anion-anion.
2. Berkurangnya eksresi asam-asam, misalnya kegagalan ginja, renal tubuler asidosis (RTA)
3. Hilangnya bikarbonat (basa) yang berlebihan karena hilangnya cairan duodenum yang berlebihan seperti pada diarhae, HCO3-, plasma merosot dan diiganti oleh anion anorganik, seprti Cl, fosfat, sulfat atau anion organik.
Forma asidosis metabolik d klarifikasikan sebagai:
1. Asidosis gap anion normal, ditandai dengan hiperchloremia, ada 2 macam yaitu , asidosis hipokalemia dan normokalemia
2. Asidosis gap anion yang meningkat, pada keadaan ini kloridanya normal(asidosis metabolik normochloromia) atau kadang-kadang rendah.
Asidosis hipokalemia
Sebagai penyebab asidosis tipe ini adalah:
1. Asidosis tubulus ginjal yang disebabkan oleh disfungsi tubulus distal ginjal atau proksimal atau oleh difisiensi buffer.
2. Hilangnya Na, K, dan HCO3 melalui jalur gastrointestinal
3. Diuretika yang merupakan inhibator anhidrase karbon
4. Diversi ureter misalnya, ureterosigmoiddistomi, abstruksi kandung kemih atau ureter
Asidosis Normokalemia
Asidosis ini terlihat pada :
1. Gagal ginjal
2. Hidronefrosis
3. Hipoaldosteronisme atau pemberian antagonis aldosteron
4. Sesudah terapi NH4Cl atau arginin HCl
Asidosis Respiratorik
Asidosis respiratorik adalah suatu status metabolisme yang berupa naiknya konsentrasi ion H sebagai akibat adanya retensi CO2 (hiperkapnea).Kondisi ini bias akut ataupun kronis,atau kondisi yang di sebabkan langsung menekan pusat respirasi dan mempengaruhi aparat respirasi atau menyebabkan obstruksi mekanis saluran pernafasan. Pada yang akut ,suatu kadar penyanggahan minimum dapat terjadi sebagai akibat pergeseran bikarbonat intraselular, dan akan terjadi peningkatan kadar bikarbonat plasma yang kecil tetapi bermakna yang jarang lebih dari 3-4 meq.Hal ini bermanfaat dalam menentukan apakah asidosis respiratorik merupakan kejadian yang mendadak atau proses yang telah berjalan lama. Pada asidosis respiratorik kronis, kompensasi ginjal mulai memainkan peranan penting sewaktu reabsorbsi bikarbonat meningkat , dan kadar-kadar bikarbonat mungkin mengalami peningkatan yang bermakna.
Chlorida plasma berkurang apabila bikarbonat plasma naik. Hiperkalemia dapat terjadi tetapi tidak begitu mudah diperkirakan sebanding dengan forma asidosis metabolic. Untuk setiap penurunan pH sebesar 0,1 umumya terjadi perubahan terbalik 0,6 mmol/L pada K+ . Kenaikan ini terutama di sebabkan oleh pergeseran K+ dari sel-sel ke dalam plasma sebagai penukar bagi pergeseran H+ ke dalam sel.Asiditas dan kadar ammonia meningkat.
sumber:
Tietz, N. W. 1986. Text Book of Clinical Chemistry. W.B. Saunders Company.Philadelphia.1238-53
http://sites.google.com/site/asidosis/Home/keseimbangan-asam-basa











0 komentar:
Posting Komentar