Asam asetat, asam etanoat atau asam cuka adalah senyawa kimia asam
organik yang dikenal sebagai pemeberi rasa asam dan aroma pada makanan. Asam
cuka memiliki rumus kimia yaitu CH3COOH, asam asetat murni (asam
asetat glacial) adalah cairan higroskopis tak berwarna, dan memiliki titik beku
16.7°C.
Penentuan
kadar cuka pada makanan dapat ditentukan dengan menggunakan metode titrasi
netralisasi dengan menggunakan indicator fenolftalein (PP). Zat yang akan
ditentukan kadarnya disebut sebagai “titran” dan biasanya diletakan di
dalam Erlenmeyer, sedangkan zat yang telah diketahui konsentrasinya disebut
sebagai “titer” dan biasanya diletakkan didalam “buret” . Baik titer
maupun titran biasanya berupa larutan.Titrasi asam basa merupakan analisis
kuantitatif untuk menentukan molaritas larutan asam atau basa. Zat yang akan
ditentukan molaritasnya dititrasi oleh larutan yang molaritasnya diketahui
(larutan baku atau larutan standar) dengan tepat dan disertai penambahan
indikator. Fungsi indikator di sini untuk mengetahui titik akhir titrasi. Jika
indikator yang digunakan tepat, maka indikator tersebut akan berubah warnanya
pada titik akhir titrasi.Titrasi asam basa merupakan metode penentuan molaritas
asam dengan zat penitrasi larutan basa atau penentuan molaritas larutan basa
dengan zat penitrasi larutan asam. Titik akhir titrasi atau “titik ekuivalen”
(pada saat indikator berubah warna) diharapkan mendekati titik ekuivalen
titrasi, yaitu kondisi pada saat larutan asam tepat bereaksi dengan larutan
basa.
Pemilihan
indikator yang tepat merupakan syarat utama saat titrasi.Jika indikator yang
digunakan berubah warna pada saat titik ekiuvalen,maka titik akhir titrasi akan
sama dengan titik ekuivalen. Akan tetapi, jika perubahan warna indikator
terletak pada pH di mana zat penitrasi sedikit berlebih, maka titik akhir
titrasi berbeda dengan titik ekuivalen.Indikator yang lebih dianjurkan yaitu
fenolftalein (PP) karena memberikan perubahan warna yang lebih jelas yaitu
warna merah muda dari yang tidak berwarna (trayek pH=8,2-10,0).
Pada
saat titik ekuivalen proses titrasi dihentikan, kemudian kita mencatat volume
titer yang diperlukan untuk mencapai keadaan tersebut.Dengan menggunakan data
volume titrasi, volume dan konsentrasi titer maka dapat menghitung kadar
titrasi.
Titrasi Asam - Basa
Asidimetri dan alkalimetri
adalah salah satu cara analisis kuantitatif volumetrik berdasarkan reaksi asam-basa
secara titrasi. Titrasi asam asetat / asam cuka (CH3COOH) dengan
larutan natrium hidrok-sida (NaOH) sebagai larutan standar akan menghasilkan
garam CH3COONa yang berasal dari sisa asam lemah dan basa kuat yang
kemudian terhidrolisis. Reaksi hidrolisis ini merupakan reaksi keseimbangan
yang dapat ditulis :
Pada titrasi ini sebagian
asam asetat (asam cuka) dan basanya akan tinggal dalam larutan. Saat titik
ekivalen (titik akhir titrasi) terjadi, banyaknya asam asetat (asam cuka) dan
NaOH bebas adalah sama, tetapi karena asam asetat termasuk elektrolit lemah maka
ion H+ yang dibebaskan sangat sedikit, dan akan lebih banyak tinggal
sebagai molekul CH3COOH. Sedangkan basa bebasnya (NaOH) merupakan
elektrolit kuat yang hampir terionisasi sempurna, membebaskan ion hidroksil (OH-) dalam
larutan. Hal ini mengaki-batkan titrasi akan berakhir pada pH di atas 7.
Sumber pustaka:









